Sabtu, 11 September 2021

SEJARAH Terbentuknya BUMDesa Ketapanrame

 

Berawal dari permasalahan kebutuhan air minum masyarakat yang tidak tertata dengan baik, meskipun sumber mata air sangat cukup dan potensial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa maka pada pertengahan tahun 1978 dengan adanya ABRI Masuk Desa ( AMD ) bersama masyarakat bergotong royong membangun perpipaan jaringan dan bak penampungan air minum yang dialirkan dari mata air SUMBERBEJO sampai dengan lokasi pemukiman penduduk untuk Dusun Ketapanrame. Hasil dari kegiatan ini masyarakat dapat dengan mudah menyalurkannya kerumah – rumah sesuai dengan kebutuhan masing - masing.

Pada tahun 1987 bersamaan dengan pengembangan kawasan pemukiman oleh beberapa developer di wilayah Desa Ketapanrame, maka  dibentuklah suatu lembaga Desa untuk mengelola air minum dengan nama HIPPAM “TIRTO TENTREM” (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) dengan maksud agar penggunaan air minum bisa tertata dengan baik dan dapat mendapatkan kontribusi yang cukup untuk kegiatan operasional pengelolaan.

Seiring berjalannya waktu konsumen / pengguna air minum baik itu penduduk setempat maupun penghuni kawasan pervilaan semakin lama semakin bertambah, menjadikan sumber pendapatan baru yang cukup besar dan sangat menjanjikan.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto  sebagai salah satu sumber pendapatan baru untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga pengelolaan air minum Desa mulai pertengahan tahun 1995 dikelola oleh PDAM Kabupaten Mojokerto dengan mekanisme kerjasama bagi hasil. Harapan baik nantinya bisa dikelola secara professional dan lebih menguntungkan bagi Desa, akan tetapi dalam pelaksanannya menjadi beban masyarakat karena tarif pemakaian dan ketentuan yang ditetapkan dirasa merugikan Desa dan masyarakat.

Desakan masyarakat semakin kuat sehingga pada tahun 1998 pengelolaan air minum Desa diserahkan kembali ke HIPPAM “TIRTO TENTREM”. Sejak dikelola kembali oleh HIPPAM “TIRTO TENTREM” selama kurun waktu hampir 3 tahun, sampai dengan tahun 2000 masih belum bisa optimal dan belum bisa berjalan seperti yang diharapkan. Banyak permasalahan – permasalahan yang harus diselesaikan baik itu internal Lembaga pengelola maupun dari pihak – pihak lain yang masih ikut campur dalam kegiatan pengelolaannya.

Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, atas prakarsa dan inisiasi dari Pemerintah Desa melalui Forum Musyawarah Desa pada tahun 2001 dibentuklah Badan Usaha Milik Desa dengan ditetapkannya Peraturan Desa Ketapanrame No. 05 tahun 2001 tentang Badan Usaha Milik Desa sektor Air Minum dengan nama BPAM Tirto Tentrem.

Terbentuknya Bumdes ini diharapkan bisa menjadi Lembaga bisnis Desa yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan nantinya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan Pendapatan Asli Desa.

Guna mempercepat maksud dan tujuan dari Program Pembangunan Desa sesuai dengan Visi yang ingin diwujudkan oleh Pemerintah Desa maka Bumdes yang merupakan tulang punggung bagi Desa sebagai kontributor terhadap pendapatan Desa diharapkan dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat Desa. Dengan pertimbangan tersebut pada tahun 2008 dilakukan revitalisasi Bumdes dengan ditetapkannya Peraturan Desa Ketapanrame Nomer 3 Tahun 2008 Tentang Badan Usaha Milik Desa Sektor Pengelolaan Air Minum Desa.

Dengan semangat dan dorongan masyarakat upaya perbaikan dan penyempurnaan menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Desa melalui penguatan Lembaga maupun peningkatan kapasitas Lembaga. Hal ini dipandang perlu agar Bumdes mampu berkembang dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagai motor penggerak perekonomian Desa secara luas.

Untuk mewujudkan maksud dan tujuan tersebut maka ditetapkan Peraturan Desa No 5 Tahun 2010 Tentang Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes Ketapanrame ). Peraturan Desa ini menjadi dasar lahirnya Unit Usaha baru sehingga keberadaan Bumdes benar - benar bisa menjadi daya ungkit bergeraknya roda perekonomian Desa menuju perbaikan dan kemajuan kesejahteraan masyarakat Desa.

Untuk Unit Pengelolaan Air Minum secara khusus dibuatkan ketentuan – ketentuan yang mengatur teknis pelaksanaan dengan ditetapkannya Peraturan Kepala Desa Ketapanrame Nomer 01 Tahun 2010 Tentang Pedoman Dasar Pengelolaan BADAN USAHA MILIK DESA Unit Usaha Sektor Air Minum BPAM Tirto Tentrem.

Dengan berjalannya waktu pengelolaan Air Minum Desa mengalami peningkatan baik tingkat kualitas dan kwantitas pelayanan maupun peningkatan laba usaha yang dihasilkan.

Suatu kegiatan usaha tentunya ada beberapa kekurangan dan keterbatasan. Dengan semakin meningkatnya perkembangan penduduk yang juga disertai dengan meningkatnya kebutuhan air minum masyarakat, seringkali mucul kendala dan masalah terkait dengan kecukupan debit air yang disalurkan ke masyarakat sehingga perlu solusi dan penyelesaian. Hadirnya program PAMSIMAS pada tahun 2014 di Desa Ketaparame merupakan salah satu jalan keluar terhadap permasalahan yang ada. Beberapa lingkungan pemukiman sering megalami kekurangan air karena volume jaringan masih kecil dan sebagiannya ada yang belum mendapatkan hak akses penyambungan saluran rumah tangga ( SR ). Program PAMSIMAS dengan total anggaran sebesar Rp. 241.300.000 yang didalmnya termasuk inkind dan incash dipergunakan untuk pembesaran pipa jaringan dan pembuatan tandon air, sehingga kebutuhan air minum masyarakat dapat tercukupi dan terlayani dengan baik.

Program PAMSIMAS yang pada awalnya dikelola oleh KP-SPAMS karena beberapa pertimbangan dari Pemerintah Desa agar pengelolaan air minum dilakukan oleh satu Lembaga Desa yaitu Bumdes, maka pada tahun 2015 berdasarkan kesepakatan musyawarah Bersama antara KKM, pengurus KP-SPAMS, pengurus Bumdes, BPD, Pemerintah Desa, Perwakilan masyarakat pengguna air dan pihak terkait lainnya, selanjutnya menetapkan bahwa asset yang didapat dari program PAMSIMAS diserahkan kepada Desa untuk dikelolakan kepada Bumdes agar bisa dimanfaatkan dan dilestarikan untuk kepentingan masyarakat Desa. Hasil dari penggabungan asset ini memberikan dampak yang sangat positif bagi keberlangsungan pengelolaan air minum yang ada di Desa Ketapanrame yang disertai dengan semakin membaiknya sanitasi yang ada di Desa. Terbukti pada 27 April 2018 Desa Ketapanrame mendapatkan sertifikat Open Devecation Free ( ODF ) dari Bupati Mojokerto. Selain daripada itu beberapa penghargaan dari Instansi dan Institusi lain diantaranya :

1.      Juara 1 Lomba Pelaksana Gotong Royong Terbaik Tahun 2018 Kabupaten Mojokerto

2.      Juara 1 Lomba BUMDesa Terbaik Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur

3.      Juara 1 Lomba Desa Sejahtera ASTRA (DSA) Tahun 2020 oleh ASTRA Internasional

4.      Kategori 10 Besar Desa Brilian Tahun 2021 se-Indonesia oleh BRI

Beberapa Prestasi dan Penghargaan ini menjadi semangat untuk tetap berproses agar lebih baik lagi dimasa mendatang.


Jumat, 19 Maret 2021

Sumber Gempong wisata edukasi alam dan pertanian


 Desa Ketapanrame kembali berinovasi dengan membuat wisata alam dan edukasi di lahan tanah kas desa yang berada di dusun Sukorame, pembangunan wisata alam ini adalah bentuk diferensiasi produk dari Taman Ghanjaran dimana masyarakat saat ini mulai menggandrungi tempat - tempat wisata yang berkonsep etnik. Pembangunan wisata ini juga merupakan bentuk dukungan dari pemerintah provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten Mojokerto, perguruan tinggi, dan seluruh lapisan masyarakat yang kini mulai sadar akan potensi wisata yang ada do desa Ketapanrame.

Pemerintah Desa ketapanrame bersama dengan BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ) dan BUMDesa ( Badan Usaha Milik Desa ) terus bersinergi dan berupaya untuk selalu memberikan ruang gerak bagi masyarakat dengan terciptanya kelompok sadar wisata yang di namakan RAKASIWI. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan tanpa membatasi kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat, wisata ini juga mulai ramai dari pengunjung lokal dan luar kota. Lokasi yang sangat strategis, memanfaatkan sumber air dan persawahan yang terbentang luas menjadikan lokasi ini cocok untuk liburan dari semua kalangan. Terdapat kolam renang, Pujasera dan tempat selfie di tengah - tengah hamparan sawah yang dilengkapi dengan gazebo milik warga masyarakat

Rabu, 17 Maret 2021

Taman Ghanjaran





      
Wisata Taman Ghanjaran merupakan salah satu Tanah Kas Desa yang dikelola oleh sub Unit Wisata BUMDesa ketapanrame, lokasi ini terletak di Dusun Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur. Pembangunan Taman Wisata Ghanjaran ini direncanakan tahun 2015 dan terealisasi pada tahun 2018 akhir melalui bantuan keuangan kabupaten. Dulu sebelum dibangun Taman Wisata seperti saat ini, lokasi tersebut adalah lahan pertanian yang di kelola oleh warga setempat, hasil panen yang terus mengalami penurunan membuat pengelolaan lahan ini menjadi terhenti sehingga memunculkan beberapa ide yang dituangkan dalam musyawarah desa untuk merubah lokasi ini menjadi Destinasi Wisata. 

    Pada tahun 2019 Taman Ghanjaran hanya mampu menyerap tenaga kerja dan pelaku usaha sebanyak 107 kepala keluarga, dikarenakan hanya terdapat taman bunga dan pujasera. Hal ini menimbulkan polemik di masyarakat, banyak yang ingin turut berpartisipasi akan tetapi terkendala dengan lahan yang sangat terbatas. Pada pertengahan tahun 2020, Kepala Desa Ketapanrame berinovasi untuk membangun investasi Kelompok Usaha Bersama Wahana Permainan. 

    Melalui musyawarah desa investasi masyarakat terkumpul dana sebesar Rp. 3.800.000.000 ( Tiga milyar delapan ratus juta rupiah ) dari 432 Kepala keluarga dengan ketentuan 1 ( satu ) kepala keluarga hanya boleh menginvestasikan maksimal sebesar Rp. 10.000.000 ( Sepuluh juta rupiah ) dari dana tersebut di buatlah Sarana Wahana Permainan diantaranya, Komedi Putar, Cinema 9D, bioskop VR, Tagada, Carousel, Skybike dan bangunan yang menjadi lokasi wahana permainan. Pembukaan yang direncanakan bulan Juli 2020 terpaksa ditunda dikarenakan pandemi yang melanda tanah air, pengelola hanya melaksanakan pembukaan dengan acara yang sangat sederhana. Namun hal itu tidak mengecilkan tekad pihak pengelola, melalui protokol kesehatan yang sangat ketat, aturan yang mewajibkan bagi pengunjung untuk memakai masker dan selalu mencuci tangan serta menjaga jarak membuat Taman Wisata ini bisa bertahan di masa pandemi tanpa melakukan PHK karyawan, Tahun 2020 Unit Wisata ini mampu menyerap pelaku usaha sebanyak 870 Kepala Keluarga







Senin, 22 Februari 2021

SEGERA DIBUKA


   
    BUMDesa Ketapanrame saat ini menyiapkan salah satu Wisata yang ada di Desa Ketapanrame, Wisata ini mengusung konsep alam dengan pemandangan hamparan sawah yang memukau, ada juga view Gunung Penanggungan jika dinikmati dari Sumber Gempong sangatlah berbeda karena posisinya berada ditengah-tengah antara 2 bukit yaitu bukit Kesiman dan bukit Pencu

    Disini nantinya akan ada Kolam renang yang langsung dari Sumber air jadi bisa dipastikan segar dan menyegarkan, sudah dibangun juga Warung Kuliner dengan konsep etnik sehingga menambah suasana baru bagi pengunjung. meskipun belum ada pembukaan secara resmi akan tetapi para pemburu jalan-jalan sudah banyak yang datang kesini, Semoga persiapan ini segera rampung dan bisa dibuka untuk umum.






Jumat, 22 Januari 2021

Unit unit BUMDesa Ketapanrame

Bumdes Ketapanrame dengan berbagai macam unit usahanya mampu memberikan laba usaha yang setiap tahunnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Meski di masa pandemi ini sangat dirasakan dampaknya akan tetapi pengelola terus berupaya dengan berbagai strategi agar target laba usaha yang sudah ditargetkan dapat tercapai.
Pada tutup buku tahun 2020 kemarin Bumdes Ketapanrame mampu mencapai target laba yg ditetapkan sebesar 2 M.
    Hasil usaha Bumdes ini paling besar didapat dari kegiatan unit Pengelolaan Wisata, disusul dari unit Pengelolaan Air minum dan selebihnya dari unit yang lain diantaranya Unit Simpan Pinjam dan Kemitraan, unit Pengelolaan Kebersihan dan Unit Pengelolaan Kios dan Kandang Ternak.
    Dengan Berbagai macam unit usaha yang dilakukan dapat memberikan dampak yang positif, tidak hanya bagi peningkatan PAD akan tetapi lebih pada peningkatan penghasilan masyarakat Desa.
Berdasarkan catatan data Bumdes di ketahui ada 850 orang warga Desa yang terlibat dalam kegiatan Bumdes, baik itu sebagai pelaku langsung di kegiatan usaha maupun yang terlibat secara tidak langsung melalui program investasi usaha.
    Keterlibatan warga tersebut didasarkan pada keanggotaan dalam satu KK (Kepala Kelurga), artinya satu KK hanya diberikan kesempatan satu orang utk ikut dalam kegiatan usaha yang di kelola Bumdes. Jika saat ini jumlah KK di Desa Ketapanrame ada 1879 KK, maka dapat di prosentasikan sebesar 45% warga desa dalam satu KK sudah mendapatkan kesempatan utk andil dalam kegiatan Bumdes. Disamping itu Bumdes sesuai ketentuan yg sudah di tetapkan dalam Peraturan Desa wajib menyalurkan 10% dari laba usaha kepada masyarakat miskin melalui program dana sosial.

Selasa, 19 Januari 2021

Bumdesa Ketapanrame


Bumdesa Ketapanrame berawal dari program air bersih dari pemerintah melalui tim pembangunan kecamatan pada tahun 1978 dibangunlah sarana air bersih berupa pemasangan pipa dan pembuatan bak penampungan air.

Tahun 1988 dibentuklah HIPPAM "TIRTO TENTREM" sebagai wadah pengelolaan air, agar pelayanan air kemasyarakat dapat dikelola dengan baik, dan disalurkan secara merata.

Pada tahun 2000, HIPPAM bekerjasama dengan PDAM, tepatnya di tahun 2001 dibentuklah BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa ) dengan nama BPAM "TIRTO TENTREM" yang fokus pada pengelolaan dan pendistribusian air minum ke masyarakat Desa, Tahun 2010 BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa ) BPAM "TIRTO TENTREM" berganti nama menjadi BUM Desa "KETAPANRAME" dengan penambahan 3 unit usaha baru sehingga menjadi 4 Unit usaha Tahun 2016 BUM Desa Ketapanrame mengembangkan usaha baru dari Unit kios dan Wisata.

Pertengahan 2019 bantuan Provinsi melalui program Jalin Matra membuat usaha baru lagi yaitu Unit Simpan Pinjam dan Kemitraan sehingga kembali ada tambahan 1 Unit lagi menjadi 6 unit Usaha.

BUMDesa Ketapanrame kembali melakukan inovasi untuk melakukan merger 2 unit usaha, yaitu Unit Pengisian Tangki Air bergabung dengan Unit Usaha Pengelolaan Air Minum, hingga saat ini BUMDesa Ketapanrame mempunyai 5 Unit usaha yaitu, Unit Pengelolaan Air Minum, Unit Kebersihan Lingkungan, Unit Pengelolaan Lahan dan Kandang Ternak, Unit Wisata dan yang paling baru Unit Usaha Simpan Pinjam dan Kemitraan